Minggu, 03 Mei 2015

APLIKASI DESINFEKTAN DAN ANTISEPTIK



APLIKASI DESINFEKTAN DAN ANTISEPTIK




 Desinfektan
                                Desinfektan adalah senyawa untuk mencegah infeksi dengan jalan penghancuran atau pelarutan jasad renik patogen          dikenakan pada jaringan tak hidup / benda mati. Seperti pada             ruang operasi, alat-alat operasi, kandang, RPH + RPA.


 Antiseptik
            Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup. Beberapa antiseptic merupakan germisida, yaitu mampu membunuh mikroba. Seperti Anti bacterial adalah antiseptik yang  dapat dipakai untuk melawan bakteri pada kulit atau selaput lendir.

DAYA KERJA DESINFEKTAN & ANTISEPTIK

  •  Hanya membunuh/menekan pertumbuhan bentuk vegetatif saja, tidak efektif untuk spora.

  •  Dinding spora bersifat impermeabel dan asam ribonukleat dlm protoplasma memiliki ketahanan tinggi terhadap sinar, terutama U.V.

  •  Hanya cocok untuk mengendalikan sejumlah mikro organisme tertentu.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS DESINFEKTAN & ANTISEPTIK

  • Konsentrasi (Kadar) : Konsentrasi yang digunakan akan bergantung kepada bahan yang akan didesinfeksi dan pada organisme yang akan dihancurkan.
  •  Waktu : Waktu  yang diperlukan mungkin dipengaruhi oleh banyak variable, misal : luas atau sempitnya permukaan.

  •  Suhu : Peningkatan  suhu mempercepat laju reaksi kimia.

  •  Keadaan Medium Sekeliling : pH medium dan adanya benda asing mungkin sangat mempengaruhi proses disinfeksi.

  •  Tanggal kadaluwarsa.


MACAM-MACAM ANTISEPTIK & DESINFEKTAN

  •  Garam Logam Berat

                         Seperti air raksa dan perak dalam jumlah yang kecil saja dapat membunuh bakteri, yang disebut oligodinamik.

  •  Zat Perwarna

                                Zat perwarna tertentu untuk pewarnaan bakteri mempunyai daya bakteriostatis.

  •  Klor dan senyawa klor : Klor banyak digunakan untuk sterilisasi air minum.

  •  Kresol

            Kresol efektif sebagai bakterisida. Digunakan sebagai disinfektan untuk benda mati karena pada  jaringan  hidup kresol dapat menimbulkan  iritasi  (gangguan).
  •  Alkohol
                    Benzyl alcohol biasa digunakan sebagai pengawet.
  •  Formaldehida
                  Formaldehida adalah disinfektan yang baik apabila digunakan sebagai gas. Dalam larutan cair sekitar 37%, formaldehida dikenal sebagai formalin.
  •  Etilen Oksida
                 Jika digunakan sebagi gas atau cairan, etilen oksida merupakan agen pembunuh bakteri, spora, jamur dan virus yang sangat efektif.

 Hidogen Peroksida
  
 Agen ini mempunyai sifat antseptiknya yang sedang, karena kemampuannya mengoksidasi


 Betapropiolakton
                Substansi ini mempunyai banyak sifat yang sama dengan etilen oksida. Agen ini mematikan spora dalam konsentrasi yang tidak jauh lebih besar daripada yang diperlukan untuk mematikan bakteri vegetatif.


 Sabun dan Detergen
               Sabun bertindak  terutama  sebagai  agen  akti-permukaan; yaitu  menurunkan tegangan permukaan atom nitrogen.


 Sulfonamida
                Sejak 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan lagipula tidak merusak jaringan manusia.  Terutama   
bangsa  kokus  seperti  Sterptococcus  yang mengganggu  tenggorokan,  Pneumococcus,  Gonococcus,  dan  Meningococcus sangat peka terhadap sulfonamide.

 Antibiotik
                  Antibiotik ialah zat-zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme, dan zat-zat itu dalam  jumlah  yang  sedikit  pun  mempunyai  daya  penghambat  kegiatan mikroorganisme yang lain.




PEMBAHASAN
  1. Pengertian Desinfektan
Desinfektan adalah bahan kimia yang digunakan  untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Disinfektan digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati.
Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dengan bahan kimia atau secara fisik, hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan jalam membunuh mikroorganisme patogen. Desinfeksi dilakukan apabila sterilisasi sudah tidak mungkin dikerjakan, meliputi : penghancuran dan pemusnahan mikroorganisme patogen yang ada tanpa tindakan khusus untuk mencegah kembalinya mikroorganisme tersebut.
  1. Sepuluh kriteria suatu desinfektan dikatakan ideal, yaitu :
  1. Bekerja dengan cepat untuk menginaktivasi mikroorganisme pada suhu
kamar
  1. Aktivitasnya tidak dipengaruhi oleh bahan organik, pH, temperatur dan
kelembaban
  1. Tidak toksik pada hewan dan manusia
  2. Tidak bersifat korosif
  3. Tidak berwarna dan meninggalkan noda
  4. Tidak berbau/ baunya disenangi
  5. Bersifat biodegradable/ mudah diurai
  6. Larutan stabil
  7. Mudah digunakan dan ekonomis
  8.  Aktivitas berspektrum luas
  1. Variabel dalam desinfektan
  1. Konsentrasi (Kadar)
Konsentrasi yang digunakan akan bergantung kepada bahan yang akan didesinfeksi dan pada organisme yang akan dihancurkan.
  1. Waktu
Waktu yang diperlukan mungkin dipengaruhi oleh banyak variable.
  1. Suhu
Peningkatan suhu mempercepat laju reaksi kimia.
  1. Keadaan Medium Sekeliling
pH medium dan adanya benda asing mungkin sangat mempengaruhi
proses disinfeksi.
  1. Pengertian Antiseptik
Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup, sedang desinfeksi digunakan pada benda mati. Desinfektan dapat pula digunakan sebagai antiseptik atau sebaliknya tergantung dari toksisitasnya.
Antiseptik adalah substansi kimia yang dipakai pada kulit atau selaput lendir untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan menghalangi atau merusakkannya. Sedangkan desinfektan, pada dasarnya sama, namun istilah ini disediakan untuk digunakan pada benda-benda mati. Beberapa antiseptik merupakan germisida, yaitu mampu membunuh mikroba, dan ada pula yang hanya mencegah atau menunda pertumbuhan mikroba tersebut. Antibakterial adalah antiseptik hanya dapat dipakai melawan bakteri.
  1. Macam-Macam Desinfektan Dan Antiseptik

  1. Garam Logam Berat
Garam dari beberapa logam berat seperti air raksa dan perak dalam jumlah yang kecil saja dapat membunuh bakteri, yang disebut oligodinamik. Hal ini mudah sekali ditunjukkan dengan suatu eksperimen. Namun garam dari logam berat itu mudah merusak kulit, makan alat-alat yang terbuat dari logam dan lagipula mahal harganya. Meskipun demikian, orang masih biasa menggunakan merkuroklorida (sublimat) sebagai desinfektan. Hanya untuk tubuh manusia lazimnya kita pakai merkurokrom, metafen atau mertiolat.
  1. Zat Perwarna
Zat perwarna tertentu untuk pewarnaan bakteri mempunyai daya bakteriostatis. Daya kerja ini biasanya selektif terhadap bakteri gram positif, walaupun beberapa khamir dan jamur telah dihambat atau dimatikan, bergantung pada konsentrasi zat pewarna tersebut. Diperkirakan zat pewarna itu berkombinasi dengan protein atau mengganggu mekanisme reproduksi sel. Selain violet Kristal (bentuk kasar, violet gentian), zat pewarna lain yang digunakan sebagai bakteriostatis adalah hijau malakhit dan hijau cemerlang.
  1. Klor dan senyawa klor
Klor banyak digunakan untuk sterilisasi air minum. persenyawaan klor dengan kapur atau dengan natrium merupakan desinfektan yang banyak dipakai untuk mencuci alat-alat makan dan minum.
  1. Fenol dan senyawa-senyawa lain yang sejenis
Larutan fenol 2 – 4% berguna sebagai desinfektan. Kresol atau kreolin lebih baik khasiatnya daripada fenol. Lisol ialah desinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol; lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan-desinfektan yang lain. Karbol ialah nama lain untuk fenol. Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap, sehingga desinfektan menjadi menarik.
  1. Kresol
Destilasi destruktif batu bara berakibat produksi bukan saja fenol tetapi juga beberapa senyawa yang dikenal sebagai kresol. Kresol efektif sebagai bakterisida, dan kerjanya tidak banyak dirusak oleh adanya bahan organic. Namun, agen ini menimbulkan iritasi (gangguan) pada jaringan hidup dan oleh karena itu digunakan terutama sebagai disinfektan untuk benda mati. Satu persen lisol (kresol dicampur dengan sabun) telah digunakan pada kulit, tetapi konsentrasi yang lebih tinggi tidak dapat ditolerir.
  1. Alkohol
Sementara etil alcohol mungkin yang paling biasa digunakan, isoprofil dan benzyl alcohol juga antiseptic. Benzyl alcohol biasa digunakan terutama karena efek preservatifnya (sebagai pengawet).
  1. Formaldehida
Formaldehida adalah disinfektan yang baik apabila digunakan sebagai gas. Agen ini sangat efektif di daerah tertutup sebagai bakterisida dan fungisida. Dalam larutan cair sekitar 37%, formaldehida dikenal sebgai formalin.
  1. Etilen Oksida
Jika digunakan sebagi gas atau cairan, etilen oksida merupakan agen pembunuh bakteri, spora, jamur dan virus yang sangat efektif. Sifat penting yang membuat senyawa ini menjadi germisida yang berharga adalah kemampuannya untuk menembus ke dalam dan melalui pada dasarnya substansi yang manapun yang tidak tertutup rapat-rapat. Misalnya agen ini telah digunakan secara komersial untuk mensterilkan tong-tong rempah- rempah tanpa membuka tong tersebut. Agen ini hanya ditempatkan dalam aparatup seperti drum dan, setelah sebagian besar udaranya dikeluarkan dengan pompa vakum, dimasukkanlah etilen oksida.
  1. Hidogen Peroksida
Agen ini mempunyai sifat antseptiknya yang sedang, karena kemampuannya mengoksidasi. Agen ini sangat tidak stabil tetapi sering digunakan dalam pembersihan luka, terutama luka yang dalam yang di dalamnya kemungkinan dimasuki organisme aerob.
  1. Betapropiolakton
Substansi ini mempunyai banyak sifat yang sama dengan etilen oksida. Agen ini mematikan spora dalam konsentrasi yang tidak jauh lebih besar daripada yang diperlukan untuk mematikan bakteri vegetatif. Efeknya cepat, ini diperlukan, karena betapropiolakton dalam larutan cair mengalami hidrolisis cukup cepat untuk menghasilkan asam akrilat, sehingga setelah beberapa jam tidak terdapat betapropiolakton yang tersisa.
  1. Senyawa Amonium Kuaterner
Kelompok ini terdiri atas sejumlah besar senyawa yang empat subtituennya mengandung karbon, terikat secara kovalen pada atom nitrogen. Senyawa – senyawa ini bakteriostatis atau bakteriosida, tergantung pada konsentrasi yang digunakan; pada umumnya, senyawa-senyawa ini jauh lebih efektif terhadap organisme gram-positif daripada organisme gram-negatif.
  1. Sabun dan Detergen
Sabun bertindak terutama sebagai agen akti-permukaan;yaitu menurunkan tegangan permukaan. Efek mekanik ini penting karena bakteri, bersama minyak dan partikel lain, menjadi terjaring dalam sabun dan dibuang melalui proses pencucian.
  1. Sulfonamida
Sejak 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan lagipula tidak merusak jaringan manusia. Terutama bangsa kokus seperti Sterptococcus yang mengganggu tenggorokan, Pneumococcus, Gonococcus, dan Meningococcus sangat peka terhadap sulfonamide.
  1. Antibiotik
Antibiotik ialah zat-zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme, dan zat-zat itu dalam jumlah yang sedikit pun mempunyai daya penghambat kegiatan mikroorganisme yang lain.

BAB III
KESIMPULAN
Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Sedangkan antiseptik didefinisikan sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Bahan desinfektan dapat digunakan untuk proses desinfeksi tangan, lantai, ruangan, peralatan dan pakaian.
Pada dasarnya ada persamaan jenis bahan kimia yang digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan. Tetapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena adanya batasan dalam penggunaan antiseptik. Antiseptik tersebut harus memiliki sifat tidak merusak jaringan tubuh atau tidak bersifat keras. Terkadang penambahan bahan desinfektan juga dijadikan sebagai salah satu cara dalam proses sterilisasi, yaitu proses pembebasan kuman. Tetapi pada kenyataannya tidak semua bahan desinfektan dapat berfungsi sebagai bahan dalam proses sterilisasi.



put lendir untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan menghalangi atau merusakkannya. Sedangkan desinfektan, pada dasarnya sama, namun istilah ini disediakan untuk digunakan pada benda-benda mati. Beberapa antiseptik merupakan germisida, yaitu mampu membunuh mikroba, dan ada pula yang hanya mencegah atau menunda pertumbuhan mikroba tersebut. Antibakterial adalah antiseptik hanya dapat dipakai melawan bakteri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar